Hari-hari ini, hujan emang kerap turun ... . Baru se-menit hujan..eh, hujan kedua pun datang. Apa lagi pas hujannya waktu malem-malem.. . Mm...adem. Perlu selimut berlapis-lapis untuk itu (lebay mode_on). Enaknya, kalo hujan-hujan kayak gini, mendingan makan yang hangat-hangat. Bakso, pangsit, soto, rawon, sop, de.el.el. (haduuh..bikin ngiler nih... .)Apa lagi, kalo makanan itu, di temani minuman yang hangat.. like kopi hangat, teh hangat, jeruk hangat, de.es.be. (huu..tambah ngiler nih)
Tapi, walaupun adem-adem kayak gini, SHOLAT harus tetep di nomer satukan. Banyak banget cobaan kan kalo hujan-hujan kayak gini. Rasanya malees banget nyentuh air. Baru setetes aja udah "Brr...". Apa lagi kalo pas sholat shubuh. Cobaannya bertubi-tubi. Ya..masih ngantuk-lah, adem-lah, males nyentuh air-lah soalnya adem-lah... . (dari tadi pake -lah2 melulu ya?)
Ngomong-ngmong tentang hujan, ku punya cerita dikit tentang Nashruddin... . Nashruddin ini, ialah tokoh sama seperti Abu Nawas. Sangat cerdik. Ni ceritanya... .
"LARI DARI RAHMAT TUHAN"
Suatu hari, ketika sedang duduk santai di dekat jendela, Nashruddin menyaksikan hujan turun dengan amat lebatnya. Tiba-tiba ia melihat salah seorang tetangganya lari dengan begitu cepat karena takut pakaiannya basah.
Nashruddin memanggilnya dan betanya, "Hai mengapa engkau lari?" Orang itu menjawab, "Aku lari dari hujan." Nashruddin menjawab, "Wah, wah... Kasihan sekali engkau ini. Hujan kan rahmat dari Allah, mengapa engkau malah lari dari rahmat Allah?"
Ternyata teguran Nashruddin itu membekas di hati orang tersebut, lalu dia berjalan dengan santai sehingga seluruh pakaiannya basah kuyup. Nashruddin melihatnya dengan tersenyum.
Pada hari berikutnya, tetangga Nashruddin kebetulan sedang duduk santai di dekat jendela sambil melihat hujan turun dengan derasnya. Tiba-tiba dia melihat Nashruddin sedang berjalan tergesa-gesa sambil mengangkat jubahnya. Pria itupun berteriak dan memnaggil Nashruddin sambil berkata, "Apakah engkau lupa ucapan yang engkau sampaikan padaku kemarin?" Nashruddin berhenti dan berkata, "Aku tergesa-gesa agar tidak menginjak rahmat Allah SWT..." Lalu dia bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Hha... .
Mungkin itu aja yang bisa aku postingkan di post kali ini... .
Waslam.... .
Nashruddin memanggilnya dan betanya, "Hai mengapa engkau lari?" Orang itu menjawab, "Aku lari dari hujan." Nashruddin menjawab, "Wah, wah... Kasihan sekali engkau ini. Hujan kan rahmat dari Allah, mengapa engkau malah lari dari rahmat Allah?"
Ternyata teguran Nashruddin itu membekas di hati orang tersebut, lalu dia berjalan dengan santai sehingga seluruh pakaiannya basah kuyup. Nashruddin melihatnya dengan tersenyum.
Pada hari berikutnya, tetangga Nashruddin kebetulan sedang duduk santai di dekat jendela sambil melihat hujan turun dengan derasnya. Tiba-tiba dia melihat Nashruddin sedang berjalan tergesa-gesa sambil mengangkat jubahnya. Pria itupun berteriak dan memnaggil Nashruddin sambil berkata, "Apakah engkau lupa ucapan yang engkau sampaikan padaku kemarin?" Nashruddin berhenti dan berkata, "Aku tergesa-gesa agar tidak menginjak rahmat Allah SWT..." Lalu dia bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Hha... .
Mungkin itu aja yang bisa aku postingkan di post kali ini... .
Waslam.... .





0 komentar:
Posting Komentar