Hari ini, adalah malah hari yang sangat hening
Keluargaku tidur lebih awal
Mungkin, karena mereka semua kecapekan
Yaaa…tentu saja, mengusungi barang sangat melelahkan
Mungkin juga, mereka akan mempersiapkan diri untuk perjalanan besok
Perjalanan besok, mungkin sangat panjang dan melelahkan
Kami sekeluarga akan pindah rumah
Kali ini, ku tidur beralaskan karpet
Dengan selimut tipis, dan bantal kecil tanpa guling
Sulit rasanya, diriku ini untuk tidur
Bukan karena semua itu, tapi karena…
Ku membayangkan, bahwa hari ini hari terakhirku untuk tidur disini
Yaaa…mungkin bukan hanya terakhir tidur disini, tapi di dunia ini
Rasa takut tiba-tiba menyelimutiku
Hari ini, bagaikan hari terakhir aku hidup
Bukan karena meninggalkan rumah ini..
Tapi, entahlah..rasa itu tiba-tiba muncul di benakku
Aku pun duduk di sudut kamarku, dengan berselimutkan selimut tipis
Ku pandangi setiap sudut kamarku
Aku pun teringat dengan perjalanan hidupku saat ini
Sudah banyak jam-jam di hidupku hanya untuk bersenang-senang
Hanya untuk melakukan hal-hal yang yang tidak berguna
Dan perbuatan yang hanya bisa menjauhkan diriku dengan diri-Nya
Ya Allah..apa yang sudah ku perbuat?
Dalam hidupku ini, hanya beberapa waktu saja untuk mengingat-Mu
Ya Allah..Ya Affuw..
Maafkanlah hamba-Mu ini Ya Allah..
Yang penuh dosa dan khilaf… .
Hamba-Mu ini telah larut dalam gemerlap duniawi semata
Dunia yang akan hancur ketika hari akhir tiba…
Kenapa hamba-Mu ini Ya Allah?
Yang berusaha mati-matian hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia ini..
Sedangkan bermalas-malasan untuk menadapatkan kebahagiaan akhirat yang kekal kelak..
Ya Allah…
Berilah hamba-Mu ini petunjuk..
Jalan yang lurus..
Jalan yang engkau ridhai..
Bukan jalan yang engkau murkai..
Dan bukan jalan yang sesat… .
Aku pun teringat do’a Abu Nawas yang pernah aku baca
“Ilahi lastu lil Firdausi ahla, wala aqwa’alan naril jahimi, fahabi taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil ‘adhimi.”
Yang artinya:
“Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena, sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.”
Air mata pun sudah berlinang di mataku
Untuk bersiap-siap terjun dan membasahi pipi
Aku pun beranjak pergi ke kamar mandi untuk berwudhu
Setelah itu, ku kembali ke kamar untuk pergi ke dunia mimpi
Sekali lagi, sebelum ku pejamkan kedua mata ini, ku lihat se-keliling kamarku
Kamarku terlihat sangat hampa, kosong, dan tidak bernilai
Ketika kamarku penuh dengan semua barang-barangku..
Kamar ini terlihat sangat mewah sangat indah
Namun, setelah semua barang itu pergi, kamarku hanya seperti ruangan yang bertaraf rendah
Hmm...kamarku itu, ibarat seseorang..
Seseorang itu akan indah jika dihiasi dengan amal perbuatannya, akhlaknya, dan ketakwaannya
Apabila seseorang itu kosong, hampa akan amal-amalnya, maka di mata Allah, derajatnya akan begitu rendah…
Aku pun termenung..
Aku pun mulai untuk berbaring
Ku coba tuk memejamkan mata ini…
Tiba-tiba, terlintas sesosok orang yang aku banggakan selama ini..
Dialah…memang Beliau…
Rabu, 13 Januari 2010
19.26
Ttd.
dila
n.b:
ini hanya rekayasa, hanya karangan, dan hanya sebuah pemikiran yang keluar dari saya, dan ini artikel yang sangat membingungkan bagi saya, dan walaupun ini antar kata atau antar paragraf tidak nyambung, mohon di maklumi, silahkan ambil saja hikmahnya... .





0 komentar:
Posting Komentar